Kamis, 21 Mei 2009

Sebuah Cerita Cinta Tentang 2 Perbedaan 1 Hati

Sahabat..dan kamu yang aku sayangi dimana pun kamu berada. Aku ingin menceritakan sebuah kisah cinta, yang aku kutip dari blog pribadinya seseorang. Dan aku mengucapkan terima kasih pada yg punya blog, semoga tulisan anda bisa menginspirasi semua para pejuang cinta dan yang percaya akan kekuatan cinta dan misteri Jodoh..Berikut ini dalah sepenggal ceritanya..

Sebuah Cinta Sunda-Tionghoa

Perkenalan aku ma istri boleh dibilang unik, pertama kali aku mengenal sosok istriku adalah ketika pertama kali aku penempatan kerja di KPP Serang (sekarang KPP Pratama Serang), dan istriku saat itu lagi PKL disana hehehehe (dasar).

Dan ternyata emang dasar jodoh kali ya, Kepala Kantor memerintahkan agar semua pegawai baru supaya mengisi rumah dinas pajak yang saat itu emang lagi kosong so termasuk aku tuh yang notabene pegawai baru musti ngikutin instruksi Kepala Kantor…dan tahunya eh istriku (sekarang red) tuh ternyata tinggal deket komplek pajak..dan makin nyambung deh PDKT ku saat itu.

Namun yang jelas ini semua adalah awal manis dan dukanya aku memulai hubungan yang jelas dengan kondisi perbedaan yang begitu kuat baik kultur budaya dan agama. Ya keluarga istriku merupakan keturunan Tionghoa dan mertuaku adalah penganut agama budha dan anak-anaknya ada yang menganut Kristen dan Budha, sedangkan aku sendiri adalah seorang muslim tapi gimana lagi yang namanya jodoh justru perbedaan ini makin menguatkan hubungan kami saat itu dan kami juga tahu perbedaan yang ada kelak akan menjadikan rintangan yang berat kamui berdua…

Dua Perbedaan satu cinta

2 Perbedaan 1 Hati adalah slogan saya yang selalu saya gunakan, ya itu semua karena menyangkut kisah perjalanan cinta kami yang berusaha dan sebisa mungkin memadukan perbedaan-perbedaan selama ini ketika masih pacaran dan setelah menikah. Dan yang terberat adalah ketika perbedaan agama yang begitu mengganjal dalam hati kami masing-masing menjadi sebuah rintangan yang ditentang oleh orang tua istriku saat itu.

Tak mudah memang memadukan perbedaan untuk dijadikan sebuah persamaan, didalamnya butuh pengorbanan yang musti dilakuin oleh kedua-duany

a tapi ketika menyangkut masalah akidah mau tidak mau harus salah satu yang mengalah. Cinta memang tak pernah mengenal suku bangsa ataupun warna kulit, pertemuan kami adalah pertemuan yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Mungkin ini adalah Rahasia Jodoh dari Allah selain rezeki dan kematian, ternyata dialah jodohku walau udah tahu yang akan terjadi seandainya cinta kami bersemi, tapi itulah cinta karena saat itu kami hanya ingin menikmati masa muda kami tak pernah terpikirpun seandainya cinta kami lebih dalam maka perbedaan yang ada akan menjadi letupan

disetiap perjalanannya, satu pandangan saat itu adalah toh ini hanya pacaran masalah nikah belum terpikirkan namun ketika kami satu sama lain salaing merasakan kecocokan dan saling mengisi kekosongan yang ada hampir selama 5 tahun, bentangan perbedaan yang terpendam secara perlahan mulai meletup kepermukaan….awalnya kami mampu tapi lama-kelamaan kami pun tak kuasa menahannya.

Kata putus adalah sebuah perpisahan yang harus saya jalani pertama kali dengan dirinya di tahun 2003 tapi ya itu dia karena cinta akhirnya kami kembali bersatu dan terucap lagi kata putus dan tersambung kembali kata cinta di hati kami.…sungguh kebimbangan saya terasa makin berat, tapi ketika saya tumpahkan isi hati saya lewat Shalat Istikhoroh yang saya lakukan akhirnya kemantapan pilihan itu datang…..ya akhirnya saya memilih 1 hati yang penuh dengan perbedaan karena hati itu telah mengorbankan sesuatu yang saklar dalam hidupnya…yaitu pindahnya keyakinan khalisa (nama islam istriku) ke keyakinan yang saya anut.


Akhirnya perjalanan yang penuh liku itu saya tumpahkan dihari saklar kami berdua yaitu 26 Juni 2005, ketika berada dipangkuan ibu saya…saya menangis sejadi-jadinya…..sedih dan bahagia bercampur jadi satu..mengingat saat itu pernikahan kami tanpa ditemani kedua orang tua dan saudara dari isitriku…..ya pernikahan itu terjadi ditempat saya (mempelai pria).

Itulah 2 Perbedaan yang menjadi 1 Hati, teringat sebuah sms yang dulu pernah saya kirim kepada istri saya sampai istri saya menagis……“….Jika suatu hari aku mati, aku berharap berada dipangkuan kamu sayang dan aku harap kamu tetap tersenyum….”

Seiring dengan keyakinan kami masing-masing bahwa kami emang berjodoh maka pada bulan Januari tahun 2005 istriku akhirnya mengikrarkan diri menjadi seorang Muallaf dan akhirnya kami menikah pada ta tanggal 26 Juni 2006 dan sekarang kami udah dikarunia seorang anak yang cantik dan Insya Allah tahun depan mungkin bulan juli akan lahir anak kami berdua……..


Minggu, 17 Mei 2009

Lessons of Life


I feared being alone until I learned to like myself.
I feared failure until I realized that I only fail when I don’t try.
I feared success until I realized that I had to try in order to be happy withmyself.
I feared people’s opinions until I learned that people would have opinions about me anyway.

I feared rejection until I learned to have faith in myself.
I feared pain until I learned that it’s necessary for growth.
I feared the truth until I saw the ugliness in lies.
I feared life until I experienced its beauty.

I feared death until I realized that it’s not an end, but a beginning.
I feared my destiny, until I realized that I had the power to change my life.
I feared hate until I saw that it was nothing more than ignorance.
I feared love until it touched my heart, making the darkness fade into endless sunny days.

I feared ridicule until I learned how to laugh at myself.
I feared growing old until I realized that I gained wisdom every day.
I feared the future until I realized that life just kept getting better.
I feared the past until I realized that it could no longer hurt me.

I feared the dark until I saw the beauty of the starlight.
I feared the light until I learned that the truth would give me strength.
I feared change, until I saw that even the most beautiful butterfly had to undergo
a metamorphosis before it could fly.

~Bobbete Bryan

"Pelajaran Kasih Sayang Untuk Buah Hati"



Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran. Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan.

Aku taruh koran dan melihat anak PEREMPUANKU, namanya AURELL tampak ketakutan, air matanya banjir di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi, ayam, susu yogurt. AURELL anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat kalo disuruh makan masakan dengan menu ayam dan meminum susu yogurt.

Aku mengambil mangkok dan berkata AURELL sayang, demi Dady(ayah), maukah kamu makan beberapa sendok aja? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama Dady.

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis AURELL mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata “boleh Dad akan saya makan tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta” agak ragu2 sejenak “akan minta sesuatu sama Dady(ayah) bila habis semua nasinya. Apakah Dady(ayah) mau berjanji memenuhi permintaan saya?”

Aku menjawab “oh pasti, sayang.”

AURELL tanya sekali lagi, “betul nih Dad ?”

Yah pasti sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.”

AURELL juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan AURELL yang merengek sambil berkata tanpa emosi, janji kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: “AURELL jangan minta Laptop atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini lagi enabung untuk kuliahnya AURELL kan ?.”

AURELL menjawab : jangan khawatir, AURELL tidak minta barang2 mahal kok. Kemudian AURELL dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa AURELL untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah AURELL melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata AURELL mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: AURELL kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, tidak ada yah, tak ada keinginan lain, kata AURELL. Aku coba memohon kepada AURELL : tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.

Sindu dengan menangis berkata : ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi, susu, asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti dalam cerita yang pernah ayah sampaikan tentang seorang Raja India jaman dahulu kala untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku : janji kita harus ditepati. Secara serentak istri dan ibuku berkata : apakah aku sudah gila? Tidak, jawabku, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi. Dengan kepala botak, wajah AURELL nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat AURELL botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak : AURELL tolong tunggu saya. Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki2 itu botak.

Aku berpikir mungkin”botak” model jaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata: “anak anda, AURELL benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.”

Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah Minggu lalu AURELL datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau AURELL mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”

Aku berdiri terpaku dan aku menangis, malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.

Jumat, 15 Mei 2009

"Kisah Seorang Kristian Masuk Islam Berkat Memuliakan ASYURA"


Alkisah disebutkan bahawa di kota Array terdapat Qadhi yang kaya-raya. Suatu hari kebetulan hari Asyura' datanglah seorang miskin meminta sedekah. Berkatalah si miskin tadi, "Wahai tuan Qadhi, adalah saya seorang miskin yang mempunyai tanggungan keluarga. Demi kehormatan dan kemuliaan hari ini, saya meminta pertolongan pada tuan, maka berilah saya sedekah sekadarnya berupa sepuluh keping roti, lima potong daging dan duit dua dirham."
Qadhi menjawab, "Datanglah selepas waktu dzuhur!"

Selepas sembahyang dzuhur orang miskin itu pun datang demi memenuhi janjinya. Sayangnya si Qadhi kaya itu tidak menepati janjinya dan menyuruh si miskin datang lagi selepas sembahyang Asar. Apabila dia datang selepas waktu yang dijanjikan untuk kali keduanya itu, ternyata si Qadhi tidak memberikan apa-apa. Maka pergilah miskin dari rumah si Qadhi dengan penuh kecewa.

Di waktu si miskin jalan mencari-cari, ia melintas di depan seorang kristian sedang duduk-duduk di hadapan rumahnya. Kepada orang Kristian itu si miskin minta sedekah, "Tuan, demi keagungan dan kebesaran hari ini berilah saya sedekah untuk keluarga saya."

Si Kristian bertanya, "Hari apakah hari ini?"

"Hari ini hari Asyura", kata si miskin, sambil menerangkan keutamaan dan kisah-kisah hari Asyura'. Rupanya orang Kristian itu sangat tertarik mendengar cerita si peminta sedekah dan hatinya berkenan untuk memberi sedekah.

Berkata si Kristian, "Katakan apa Keinginanmu padaku!"

Berkata si peminta sedekah, "Saya memerlukan sepuluh keping roti, lima ketul daging dan uang dua dirham saja."

Dengan segera ia memberi si peminta sedekah semua keperluan yang dimintanya. Si peminta sedekah pun balik dengan gembira kepada keluarganya.
Adapun Qadhi yang kedekut telah bermimpi di dalam tidurnya.

"Angkat kepalamu!" kata suara dalam mimpinya. Sebaik sahaja ia mengangkat kepala, tiba-tiba tersergam di hadapan matanya dua buah bangunan yang cantik dan megah. Sebuah bangunan dibagun dari batu-bata berlapis emas dan sebuah lagi diperbuat daripada yaqut yang berkilau-kilauan warnanya.
Ia bertanya, "Ya Tuhan, untuk siapa bangunan yang sangat cantik ini?"
Terdengar jawapan, "Semua bangunan ini adalah untuk kamu andaikan saja kamu mau memenuhi permintaansi peminta sedekah itu. Kini bangunan itu dimiliki oleh seorang Kristian."

Apabila Qadhi bangun dari tidurnya, iapun pergi kepada Kristian yang dimaksudkan dalam mimpinya.

Qadhi bertanya kepada si Kristian, "Amal apakah gerangan yang kau buat semalam hingga kau dapat pahala dua buah bangunan yang sangat cantik?"

Orang Kristian itu pun menceritakan tentang amal yang diperbuatnya bahawa ia telah bersedekah kepada fakir miskin yang memerlukannya pada hari Asyura' itu.

Kata Qadhi, "Juallah amal itu kepadaku dengan harga seratus ribu dirham."

Kata si Kristian, "Ketahuilah wahai Qadhi, sesungguhnya amal baik yang diterima oleh Allah tidak dapat diperjual-belikan sekalipun dengan harga bumi serta seisinya."

Kata Qadhi, "Mengapa anda begitu teguh, sedangkan anda bukan seorang Islam?"
Ketika itu juga orang Kristian itu meetakkan tanda salibnya dan mengucapkan dua kalimah syahadat serta mengakui kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad

Kamis, 14 Mei 2009

Dua Kepercayaan, Dua dunia, Satu CINTA


Teman-teman yang aku cintai, dan buat dia yang aku sayangi disana, saya mereferensikan sebuah film yang LAYAK untuk ditonton yang berjudul The Partition yang menceriterakan kisah cinta antara dua negara INDIA dan PAKISTAN, dan dua kepercayaan yang berbeda.

Cerita ini menggambarkan keadaan India pada masa penjajahan Inggris dimana semenanjung India menjadi 2 negara India dan Pakistan pada tahun 1947. Pembelahan ini mengakibatkan tewasnya 1 juta manusia tak berdosa hanya karena yang beragama Islam harus ke Pakistan dan yang beragama Hindu dan Sikhs harus ke India.

Penjajahan Kolonial Inggris dan penyelesaian politik yang membelah semenanjung India menjadi 2 negara berdasarkan agama telah membuat orang begitu beringas sehingga pembantaian dilakukan oleh kedua belah pihak hanya karena perbedaan agama.

The Partition menceriterakan bagaimana seorang pemuda beragama Sikh, dia seorang mantan prajurit Inggris menyelamatkan seorang perempuan muslim yang rombongan dan keluarga sedang dibantai oleh kelompok Sikh, pada saat mau menyebrang dari negara India Ke Pakistan. Gian yang beragama Sikh ini, harus melawan kelompoknya sendiri untuk melindungi Naseem, perempuan muslim.

Akhirnya mereka jatuh cinta menikah dan mendapatkan anak bernama Vijay. Naseem kemudian mencari keluarganya yang mungkin masih hidup tetapi berada di Pakistan. Di Pakistan dia menemukan ibu dan 2 kakak lakinya yang bahagia menemukan kembali anak dan adik mereka.

Karena ayahanda mereka tewas dibantai, kebencian terhadap orang Sikh sangat tinggi. Mengetahui Naseem menikahi seorang Sikh membuat mereka marah dan menyekap Naseem supaya tidak kembali ke India.

Sementara Gian dan anaknya Vijay yang masih balita mencari Naseem dengan memasuki Pakistan. Karena rasa sayangnya pada Istrinya akhirnya Gian memeluk agama Islam, dan kemudian menyusup diperbatasan Pakistan dan nama Gian pun berubah menjadi Muhammad Hasan.

Petaka menjadi akhir kisah ini karena mereka tidak diperkenankan bersatu kembali karena seorang Sikh tetaplah Sikh dan tidak bisa menjadi Muslim. Akhir cerita dramatis ini adalah Gian tewas dan Naseem membawa Vijay kembali ke India dibawah perlindungan seorang wanita Inggris yang bekerja di kedutaan Inggris.

Perbedaan adalah Rahmat Allah dan perbedaan lah yang membuat umat manusia bisa bergerak maju. Menyeragamkan umat manusia tidak akan berhasil karena bertentangan dengan hukum alam (sunatullah). Bahkan secara biologis sudah terbukti bahwa perkawinan antar suku, antar bangsa, antar ras menghasilkan generasi manusia yang lebih sehat, lebih cantik, lebih cerdas.. Kita diciptakan untuk berbagi cinta kasih walaupun manusia terbagi dalam beberapa kelompok sekalipun.

Mengapa sulit bagi kita mencintai? Egoisme dan merasa lebih baik dari RAS lainnya sbaiknya kita singkirkan jauh-jauh. Berbeda pendapat, berbeda agama, berbeda politik tanpa harus membenci yang berbeda dengan kita? Bukankah Kita diciptakan berbeda-beda agar kita bisa saling mempelajari. Ujung dari pembelajaran kita hanyalah semata-mata mendapatkan suatu Kebenaran, yang mutlak dari Sang Maha pencipta. Bukan semata-mata pembenaran dari manusia yang bersifat relatif.

Semoga kita semua dilindungi dan diberikan kekuatan untuk selalu mencintai. Yang jahat akan dikalahkan oleh cinta tetapi kita pun harus melakukan dua hal – preventif dan represif terhadap yang bersalah.

Sebentuk cinta untuk mu


Buat seseorang yang aku sayangi dimanapun dia berada, semoga dia membaca sebuah kisah berikut ini. Kisah berikut ini mewakili perasaan ku. Aku pun akan melakukan hal yang sama yang dilakukan oleh seorang Pria kepada kekasihnya atau pun istrinya.

Buat seseorang yang aku cintai diluar sana, Cinta menunjukkan berbagai macam bentuknya, bahkan dalam bentuk yang sangat kecil dan dangkal, atau bahkan tidak punya bentuk, bisa juga dalam bentuk yang tidak ingin kita ketahui. Bunga, saat-saat yang romantis hanyalah bentuk awal dari hubungan. Diatas semua ini, pilar cinta sejati berdiri dan itulah kehidupan kita.

Aku tergugah dengan kisah berikut ini..bidadariku dimanapun engkau berada simaklah kisah berikut ini yah..

Ini adalah kisah nyata yang aku kutip dari curhatan seseorang dari blognya yang aku kutip..

"Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan yang hangat yang muncul ketika saya bersender di bahunya yang bidang. Tiga tahun dalam masa kenalan dan bercumbu, sampai sekarang, dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus mengakui, bahwa saya mulai merasa lelah dengan semua ini, alasan2 saya mencintainya pada waktu dulu, telah berubah menjadi sesuatu yang melelahkan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif dan berperasaan halus, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak kecil yang menginginkan permen.

Dan suami saya bertolak belakang dari saya, rasa sensitifnya kurang, dan ketidakmampuannya untuk menciptakan suasana yang romantis di dalam pernikahan kami telah mematahkan harapan saya tentang cinta. Suatu hari, akhirnya saya memutuskan untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, yaitu saya menginginkan perceraian.

“Mengapa?”, dia bertanya dengan terkejut. “Saya lelah, terlalu banyak alasan yang ada di dunia ini”, jawab saya. Dia terdiam dan termenung sepanjang malam dengan rokok yang tidak putus-putusnya. Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang saya bisa harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, “Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?”

Seseorang berkata, ‘mengubah kepribadian orang lain sangatlah sulit’ dan itu benar, saya pikir, saya mulai kehilangan kepercayaan bahwa saya bisa mengubah pribadinya. Saya menatap dalam-dalam matanya dan menjawab dengan pelan, “Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya. Seandainya, katakanlah saya menyukai setangkai bunga yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?”

Dia berkata, ” Saya akan memberikan jawabannya besok.” Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya melihat selembar kertas dengan coret-2an tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan :

Sayang, “Saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya.” Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya kembali. “Kamu hanya bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya saya bisa menolong untuk memperbaiki programnya.”

“Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa masuk mendobrak rumah, membukakan pintu untukmu.”

“Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-2 baru yang kamu kunjungi, saya harus memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”

“Kamu selalu pegal-2 pada waktu “teman baikmu” datang setiap bulannya, saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

“Kamu senang diam di dalam rumah, dan saya kuatir kamu akan jadi “aneh”. Saya harus memberikan mulut saya untuk menceritakan lelucon-2 dan cerita-2 untuk menyembuhkan kebosananmu.”

“Kamu selalu menatap komputermu dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya sehingga ketika nanti kita tua, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

“Saya akan memegang tanganmu, menelusuri pantai, menikmati sinar matahari dan pasir yang indah, menceritakan warna-2 bunga kepadamu yang bersinar seperti wajah cantikmu.”

Juga sayangku, saya begitu yakin ada banyak orang yang mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Saya tidak akan mengambil bunga itu lalu mati.”

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur dan saya membaca kembali. “Dan sekarang sayangku kamu telah selesai membaca jawaban saya, jika kamu puas dengan semua jawaban ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana dengan susu segar dan roti kesukaanmu?” Saya segera membuka pintu dan melihat wajahnya yang penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti. Oh, saya percaya, tidak ada orang yang pernah mencintai saya seperti yang dia lakukan dan mengetahui saya harus melupakan “bunga” itu sendiri. Itulah hidup, atau boleh dikatakan, cinta, ketika seseorang dikelilingi dengan cinta, kemudian perasaan itu mulai berangsur-angsur hilang dan ketika kita mengabaikan cinta sejati yang berada diantara kedamaian dan kesepian.

Senin, 11 Mei 2009

Cara Melepaskan Sakit Hati Kita

“No one can make you jealous, angry, vengeful, or greedy – unless you let him. –


Tak seorangpun membuat Anda cemburu, marah, mendendam, atau rakus – kecuali Anda mengijinkannya.”

~ Napoleon Hill


Dalam pergaulan sehari-hari wajar jika kita tidak selalu bersanding dengan kemesraan bersama teman-teman maupun keluarga, kerabat dan lain sebagainya. Ada kalanya terjadi benturan kecil atau besar. Tak jarang kita juga bertemu dengan orang-orang yang bersikap negatif, misalnya senang menghina, ikut campur urusan pribadi, memotong pembicaraan, merusak kebahagiaan, menghancurkan impian, senang menertawakan merendahkan, dan lain sebagainya. Benturan-benturan maupun sikap negatif tersebut dapat menimbulkan sakit hati yang luar biasa.


Berbicara tentang upaya melepaskan diri dari sakit hati tentunya kita harus terlebih dahulu menjernihkan hati kita agar dapat memandang persoalan dengan jernih pula. Koreksilah diri sendiri, bersihkan hati dari kotoran temasuk iri, dengki, sirik, pelit, culas, dan lain sebagainya. Pastikan bukan diri Anda sebenarnya yang keliru atau terlalu sensitif, sehingga orang lain berbuat sesuatu yang wajar saja tetapi bagi Anda sudah menyakitkan hati.


Sebuah kisah berikut ini mungkin dapat memberikan gambaran yang lebih jelas betapa tidak enaknya menyimpan rasa sakit hati.


Dikisahkan tentang seorang guru pertapa yang memberikan tugas cukup unik kepada para anak muridnya. Hari itu para muridnya diminta untuk memasukkan kentang ke dalam sebuah karung, sesuai dengan jumlah orang yang tidak disukai. Jika murid-muridnya membenci banyak orang, maka semakin banyak pula kentang yang ia masukkan ke dalam karungnya.


Tugas selanjutnya adalah para murid tersebut diwajibkan membawa kentang-kentang tersebut ke mana pun mereka pergi selama satu minggu. Hari pertama, kedua dan ketiga para muridnya masih belum banyak mengeluh. Tetapi menginjak hari ke-4 sampai hari ke-6, hampir seluruh muridnya itu mengeluh, karena merasa sangat tersiksa membawa beban yang cukup berat apalagi kentang-kentang itu mulai membusuk dan berbau. Setelah satu minggu barulah kentang-kentang itu dilepaskan, murid-murid itu pun merasa sangat lega.

Kisah tersebut mengisyaratkan alangkah ruginya menyimpan rasa sakit hati terus-menerus. Salah satunya mungkin sakit hati itu menyebabkan tubuh kita menjadi cepat letih dan sakit. Selanjutnya, menyimpan rasa sakit hati dapat menghambat upaya kita mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi dan usaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


Sebaliknya, bila kita berbesar hati melepaskan sakit hati itu maka kita akan lebih mudah memetik manfaat darinya. Meskipun usaha itu tidak mudah, tetapi selama teman-teman berkemauan maka tidak akan ada yang sulit. Semoga beberapa tip berikut ini memudahkan usaha Anda melepaskan diri dari rasa sakit hati.


Bila hati nurani sudah dapat memastikan tidak ada yang salah dalam diri Anda, maka cara yang dapat Anda tempuh untuk melepaskan sakit adalah tersenyum tulus dan selalu menampilkan wajah ceria untuk melepaskan sakit hati terhadap orang yang sudah menyakiti hati Anda. Karena tanpa mereka sadari sebenarnya sikap buruk mereka justru mengasah hati nurani Anda semakin tajam. Anda sudah merasakan betapa tidak enaknya dihina, dihasut, difitnah, dimanfaatkan, dan lain sebagainya, sehingga Anda tidak akan berani melakukan sikap buruk yang sama. Secara tidak langsung mereka sudah menyebabkan kebaikan-kebaikan di dalam hati nurani Anda semakin indah terpancar dalam sikap maupun perbuatan Anda.


Berusahalah bersikap manis sebagai bentuk terima kasih kepada orang yang sudah menyebabkan Anda sakit hati. Bagaimanapun juga, mereka sudah menginspirasi Anda untuk mendidik diri sendiri maupun keturunan Anda untuk tidak melakukan sikap serupa. Sehingga, diri Anda maupun keturunan Anda nanti lebih terkontrol untuk tidak berbuat sesuatu yang dapat menyakiti orang lain.


Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa orang-orang yang sudah menyakiti hati Anda itu memiliki andil yang sangat besar membesarkan tekad dan kemampuan Anda. Mereka sudah membuat Anda memiliki pribadi yang kuat dan sabar. Sehingga, Anda tidak mudah goyah menghadapi situasi sesulit apa pun dalam upaya mengejar cita-cita dan menjadi orang yang hebat.

I

Saya ingin menyimpulkan bahwa solusi paling tepat untuk melepaskan sakit hati sebenarnya hanyalah mengubah api kebencian itu menjadi api semangat untuk berbenah diri. Lepaskanlah sakit hati agar langkah Anda semakin ringan untuk mengejar impian yang lebih besar dan berarti dalam hidup Anda. Melepaskan sakit hati memungkinkan Anda menjadi manusia lebih baik dan hebat.

"Pertapa dan Kepiting"

Buat para sahabat yang saya sayangi (^_^), mungkin teman-teman sering menolong teman-teman yang lain..ada baiknya menyimak cerita berikut ini..Bacalah dengan seksama dan pastinya kita akan mengerti arti atau makna yg tersirat dari kisah berikut ini

Suatu ketika di sore hari yang sejuk, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.


Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai, sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur,dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret aruslagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.


Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, “Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting, engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?”


“Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,” jawab si pertapa muda.dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.


Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungutsebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.”


“Lihat, Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik,tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik,yakni untuk menolong mahluk lain, tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, bukan?”


Seketika itu, si pemuda tersadar. “Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan.”


Para sahabat...(^_^)..Mempunyai sifat belas kasih, mau memperhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.


Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak...(^_^) ok!. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu. Semoga cerita ini bisa membawa hikmah, manfaat, motivasi ataupun menginspirasi bagi semua teman-teman ok (^_^)